CYTOMEGALOVIRUS : PENYEBAB, GEJALA, KOMPLIKASI, DAN PENGOBATAN

Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on whatsapp
WhatsApp
Share on email
Email
penyakit cytomegalovirus
Perlu diwaspadai, virus yang menyebabkan Cytomegalovirus bisa menyerang siapa saja.

 

Penyakit Cytomegalovirus (CMV) merupakan salah satu jenis keluarga virus herpes yang dapat menginfeksi siapa saja. Kebanyakan orang tidak akan menyadari terinfeksi virus ini karena jarang menimbulkan gejala terutama pada orang dengan daya tahan tubuh yang kuat.

Akan tetapi bagi penderita yang memiliki daya tahan tubuh lemah, maka penyakit cytomegalovirus justru dapat menyebabkan komplikasi kesehatan seperti radang otak dan kebutaan. Infeksi Cytomegalovirus dapat menyebar melalui cairan tubuh seperti darah, air ludah, sperma dan juga air susu ibu. Penyakit Cytomegalovirus juga rentan terinfeksi pada ibu hamil, selain itu bayi yang dikandungnya juga dapat terinfeksi melalui placenta.

Sekadar informasi, penyakit Cytomegalovirus memiliki angka kasus begitu fantastis di negara berkembang. Tak kurang, 80-90% dijumpai dari populasi keseluruhan. Sementara di Indonesia angka penyakit tersebut mencapai 87,8% pada tahun 2004.

Penyakit cytomegalovirus dijumpai terbanyak dalam air liur dan urin, serta pada proses pembuangan sisa metabolism yang terjadi berminggu-minggu, berbulan-bulan bahkan bertahun-tahun. Penularannya,  bisa melalui dari ibu ke janin atau bayi baru lahir, dapat pula terjadi melalui kontak langsung, kontak dengan barang-barang yang terkontaminasi, kontak seksual, transfusi darah, transplantasi organ dan lainnya.

Cytomegalovirus telah menginfeksi 20.000-40.000 bayi. Bayi yang terinfeksi ini berpotensi mengalami kecacatan permanen, seperti kehilangan pendengaran, tubuh yang berukuran sangat kecil, tubuh yang berukuran terlalu besar, kurangnya intelegensia dan ketidaknormalan penglihatan.

 

Penyebab Penyakit Cytomegalovirus

Penyakit Cytomegalovirus memiliki kaitan dengan virus-virus yang menyebabkan cacar air, herpes simpleks dan mononucleosis. Virus ini dapat bertahan dalam tubuh walaupun selalu tidak aktif. Transmisi virus terjadi melalui paparan terhadap cairan tubuh termasuk darah, air liur, ASI, air mata, cairan semen dan cairan vagina.

Virus dapat menular dengan banyak cara, seperti:

  • Menyentuh bagian mata, dalam hidung atau mulut sehabis kontak cairan tubuh dari orang yang terinfeksi. Ini adalah cara paling umum, virus dapat menyebar karena CMV meresap ke selaput lendir.
  • Melalui kontak seksual dengan pasangan terinfeksi.
  • Melalui ASI dari ibu terinfeksi.
  • Melalui transplantasi organ atau transfusi darah.
  • Pada ibu hamil yang sudah terinfeksi dapat menular melalui plasenta, saat bayi belum lahir, atau selama kelahiran.

 

Gejala Penyakit Cytomegalovirus

Gejala dari infeksi penyakit cytomegalovirus memang beragam, mulai dari gejala ringan hingga berat. Bahkan beberapa diantaranya merasakan seperti sedang flu. Kembali lagi tergantung dari sistem kekebalan tubuh penderita. Gejala umum pada penyakit cytomegalovirus dapat meliputi letih, demam, lesu bahkan dapat terjadi penurunan sel darah putih. Apabila cytomegalovirus menyerang pada sistem pencernaan dapat mengakibatkan mual, muntah bahkan hingga mengalami diare.

Pada ibu hamil yang terinfeksi virus cytomegalovirus dapat menularkan infeksi pada janin atau bayi dengan gejala, diantaranya:

  • Bayi yang lahir kurang bulan (premature) dengan berat badan lahir rendah
  • Kulit dan mata berwarna kuning (jaundice)
  • Kejang-kejang
  • Ruam merah pada kulit
  • Pneumonia
  • Pembesaran limfa
  • Kematian bayi yang baru lahir yang diakibatkan karena perdarahan, serta gangguan hati atau otak
  • Keterlambatan pertumbuhan bayi

 

Komplikasi dari Penyakit Cytomegalovirus?

Komplikasi Cytomegalovirus umumnya bervariasi dan dapat terjadi kapan saja. Tergantung kesehatan pasien ketika terinfeksi dan komplikasi biasanya muncul pada penderita infeksi cytomegalovirus dengan sistem imun lemah, seperti: gangguan sistem pencernaan (peradangan usus besar, esofagits, dan hepatitis), gangguan sistem saraf serta pneumonia.

Komplikasi juga mungkin dapat terjadi pada bayi dengan infeksi cytomegalovirus bawaan. Komplikasi yang dapat terjadi diantaranya: gangguan penglihatan, kehilangan pendengaran, kejang, gangguan pada otot, serta penurunan fungsi intelektual.

Pengobatan dilakukan berdasarkan tingkat keparahan dan gejala yang dialami pasien. Obat yang dapat diberikan untuk cytomegalovirus yaitu obat antivirus yang dapat memperlambat reproduksi virus ini.

 

Bagaimana Pengobatan Cytomegalovirus di Klinik Pandawa?

Pasien yang datang ke Klinik Pandawa akan diperiksa oleh dokter. Dokter akan melakukan wawancara terarah dan komprehensif terkait penyakit cytomegalovirus yang dialami. Untuk menentukan diagnosis dan penanganan yang tepat maka dokter akan memberikan rekomendasi dan mengajak diskusi secara mendetail mengenai gejala dan tanda yang ada pada penyakit cytomegalovirusnya. Selain itu, dokter juga akan melakukan pemeriksaan laboratorium terkait cytomegalovirus yang dialami guna memastikan penyebab pada penyakit cytomegalovirus.

Klinik Pandawa yang terletak di Jakarta Pusat merupakan salah satu klinik spesialis kulit terbaik dan terpercaya yang khusus menangani berbagai macam penyakit kelamin kewanitaan termasuk salah satunya penyakit cytomegalovirus. Pasien-pasien yang datang ke Klinik Pandawa akan ditangani langsung oleh dokter yang telah berpengalaman dan ahli dibidangnya. Banyak pasien yang puas dan berterima kasih atas pengobatan dan pelayanan yang kami berikan. Rata-rata tidak ada keluh kesah dan keberatan.

Apabila Anda membutuhkan informasi dan pengobatan lebih lanjut silahkan berkonsultasi online gratis ke dokter kami melalui konsultasi atau menghubungi 0821-1141-0672/ 021-62313337  whatsapp / SMS / telp. Kami dengan senang hati melayani Anda. Segala rahasia medis terjamin.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *