INFO SIFILIS (RAJA SINGA) : GEJALA, BAHAYA, KOMPLIKASI, DAN PENGOBATAN

Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on whatsapp
WhatsApp
Share on email
Email

bahaya penyakit sifilis
Penyakit Raja Singa akan mudah menyebar bila Anda gemar melakukan seks bebas.

 

Setelah mengulas penyakit kencing nanah (Gonore) dan penyakit Klamidia, sekarang Penyakit Sifilis (Raja singa) yang mau dikulik abis. Mulai dari gejala Sifilis sampai dengan cara mengobati penyakit Sifilis. Semuanya akan komplit tersaji di artikel ini.

Apa itu Penyakit Raja singa? Sifilis adalah penyakit menular seksual yang ditularkan oleh bakteri bernama Treponema pallidum. Sama dengan Kencing Nanah dan Klamidia, Sifilis bisa menyebar melalui hubungan seksual dengan orang yang terinfeksi Sifilis.

Hubungan seksual yang bisa menularkan Sifilis, yakni lewat Vaginal, Anal, dan Oral. Tak Cuma hubungan intim, Sifilis juga bisa menular lewat darah pengidap Sifilis. Berbagi jarum suntik pun bisa berpotensi besar menularkan bakteri ini.

Pun, penularan juga bisa terjadi dari seorang wanita hamil ke bayi yang dikandungnya. Jadi, buat para calon ibu, segera periksakan kesehatan secara berkala. Agar si jabang bayi bisa terbebas dari penyebaran bakteri ini.

Baca juga : Penyakit Kelamin Bisa Menyerang Dua Kali, Nggak Percaya?

 

Gejala Penyakit Sifilis

Bila dilihat dari gejala penyakit Sifilis atau Raja singa ini, akan ada fase penyebaran secara masif. Untuk awal, gejala pertama sifilis muncul tiga minggu kemudian setelah bakteri masuk ke tubuh.

Mengidentifikasi penyakit Sifilis ini pun terbagi dalam empat fase, diantaranya:

  • Sifilis Primer

Gejala penderita sifilis primer yakni, sesorang akan mengalami lesi atau luka pada alat kelamin. Selanjutnya, bentuk luka akan menyerupai gigitan serangga tapi tak menimbulkan rasa sakit.

Adapun luka tersebut akan bertahan 1-2 bulan. Lalu luka itu akan sembuh tanpa meninggalkan bekas. Pada tahap ini, penularan bisa mudah terjadi lewat hubungan seksual.

  • Sifilis Sekunder

Gejala penderita sifilis sekunder yakni akan  terjadi ruam merah pada telapak tangan dan kaki. Gejala lain yang ditimbukan antara lain, demam, nafsu makan menurun, radang tenggorokan dan kutil kelamin. Untuk fase ini, akan mampu bertahan satu hingga tiga bulan.

  • Sifilis Laten

Berikutnya, gejala Sifilis Laten. Pada fase ini, Sifilis seolah-olah menghilang dan tak menimbulkan gejala sama sekali. Bahayanya, masa laten dua tahun ini akan berlanjut ke fase yang lebih mengerikan yakni Sifilis tersier.

  • Sifilis Tersier

Pada gejala Sifilis Tersier akan terjadi semakin parah. Kelumpuhan, kebutaan, demensia, masalah pendengaran, impotensi, dan bahkan kematian jika tidak segera ditangani.

Jika Anda merasa terinfeksi sifilis, periksakanlah segera ke dokter atau klinik spesialis penyakit kelamin. Semakin cepat ditangani dan diobati, Sifilis akan cepat disembuhkan.

Sama dengan bakteri penyebab penyakit menular seksual lainnya, bakteri Sifilis tidak bisa bertahan lama di luar tubuh manusia.  Sehingga tidak dapat ditularkan melalui;

  • Menggunakan toilet yang sama dengan penderita Sifilis
  • Berbagi peralatan makan yang sama dengan pengidap Sifilis
  • Menggunakan pakaian yang sama dengan penderita Sifilis.
  • Berada di kolam renang atau pun kamar mandi yang sama dengan penderita Sifilis.

Baca juga : Sunat Solusi CerdasAtasi Fimosis pada Anak dan Orang Dewasa

 

Bahaya Sifilis

Tak menimbulkan rasa sakit ketika kali menyebar, membuat penderita Raja singa adem ayem. Tapi siapa sangka bakteri Sifilis ini mampu berada di dalam tubuh cukup lama. Parahnya, jika didiamkan, Sifilis bisa membahayakan otak, hati, jantung, dan mematikan apabila telat penanganannya.

Dilansir dari mayoclinic.com, beberapa gejala sifilis akan terbagi dalam beberapa tahap seperti yang disebutkan di atas. Dan pada fase awal, gejala sifilis muncul dengan luka melepuh yang tidak sakit pada bagian kulit tempat bakteri pertama kali tersentuh.

Selanjutnya, luka pun akan terlihat seperti sembuh, kemudian digantikan dengan bintik-bintik kutil yang dapat menyebar ke seluruh tubuh. Meski demikian, bintik-bintik yang muncul ini tidaklah gatal.

Perilaku hubungan intim secara bebas merupakan faktor utama penyebaran sifilis. Berganti-ganti pasangan dengan intens semakin besar Anda kemungkinan terjangkit sifilis. Yang lebih membahayakan, penderita sifilis berpeluang terkena penyakit seksual menular lainnya.

Baca juga : Ragam Penyakit Menular Seksual Berbahaya yang Perlu Diketahui

 

Komplikasi Sifilis

Ada beberapa komplikasi yang tidak bisa dianggap remeh, bila Anda sudah terjangkit Penyakit Raja singa atau Sifilis. Terlebih bila sudah memasuki tahap tersier. Komplikasi sifilis yang bisa ditimbulkan antara lain:

  • Benjolan kecil atau gumma
    Terdapat benjolan kecil yang muncul di area kulit, tulang, hati, atau  organ lainnya.
  • Infeksi HIV
    Orang-orang penderita sifilis dan sering berganti pasangan bisa beresiko terkena HIV dua kali lipat dibandingkan yang tidak.
  • Gangguan saraf
    Terjadi gangguan saraf yang bisa menimbulkan impotensi, gangguan berkemih, gangguan pengelihatan, kehilangan pendengaran, stroke, atau meningitis.
  • Gangguan jantung
    Pada organ jantung, Sifilis juga bisa mengakibatkan aneurisma aorta dan kerusakan katup jantung.
  • Komplikasi kehamilan
    Untuk ibu hamil, komplikasi Sifilis bisa menyebabkan keguguran, kematian janin dalam kandungan, atau kematian bayi setelah persaliinan.

Baca juga : Penyakit Kutil Kelamin si Penyebab Kanker Penis

 

Faktor Risiko Sifilis

Anda yang gemar bergonta-ganti pasangan bisa berpotensi lebih mudah terinfeksi penyakit Sifilis. Pasalnya, penyebaran penyakit ini sangat mudah ditularkan melalui aktivitas seksual. Selain itu, kebiasaan tidak memakai kondom juga bisa semakin mempermudah penularannya.

Faktor resiko yang lebih tinggi juga dibawa oleh penderita HIV lebih rentan terhadap penularan dan menjadi penyebar sipilis. Sebab, sekali Anda tertular sifilis, bukan berarti Anda akan kebal terhadap infeksi sejenis. Karena parahnya Anda bisa terinfeksi lagi dan lagi. Penularan sipilis juga dapat terjadi dari ibu hamil ke janinnya (sifilis kongenital).

 

Cara Menangani Penyakit Sifilis di Klinik Pandawa

Bila Anda terkena penyakit Sifilis (Raja Singa) jangan ragu untuk datang ke Klinik Pandawa. Karena klinik ini merupakan salah satu klinik terbaik dalam menangani pasien sifilis. Sudah banyak pasien sifilis yang berhasil disembuhkan dan kembali beraktivitas seperti sedia kala.

Klinik Pandawa memiliki dokter ahli dan berpengalaman dalam menangani pasien Sifilis dan penyakit menular seksual lainnya. Jadi, Anda tak perlu ragu untuk mendapatkan penanganan yang terbaik dan terpercaya.

Apabila membutuhkan informasi dan pengobatan lebih lanjut silahkan berkonsultasi online gratis ke dokter kami melalui bit.ly/2VdMqLL atau menghubungi 0821-1141-0672/ 021-62313337  whatsapp / SMS / telp. Kami dengan senang hati melayani Anda. Segala rahasia medis terjamin.