fbpx

4 Akibat Pria Tidak Disunat dan Metode Sunat Untuk Pria Dewasa

4 Akibat Pria Tidak Disunat dan Metode Sunat Untuk Pria Dewasa

Apakah akibat pria tidak disunat memiliki dampak buruk bagi kesehatan? Lalu metode sunat dewasa apa yang paling tepat untuk digunakan? Jika Anda penasaran maka ada baiknya Anda membaca artikel ini mengenai manfaat dan akibat pria tidak melakukan sunat.

Apa Itu Sunat?

Sunat atau khitan adalah sebuah prosedur pembedahan yang memiliki banyak manfaat bagi pria. Tindakan ini merupakan suatu proses pelepasan kulit kulup (kulit yang menutupi ujung penis) dan kulup adalah jaringan kulit yang menutupi bagian kepala Mr P.

Dalam istilah medis, kulup dikenal dengan sebutan preputium, ini merupakan jaringan kulit yang sangat elastis dan akan dibuang ketika melakukan sunat. Kulup merupakan kulit yang bersifat lembab dan menjadi tempat yang sangat mudah bagi bakteri untuk berkembang.

Di indonesia, sunat menjadi salah satu tradisi dan budaya dari agama tertentu. Biasanya, sunat akan dilakukan pada anak laki-laki berusia 7 hingga 12 tahun. Namun, saat ini banyak pria dewasa yang ingin melakukan sunat dengan alasan tertentu.

Alasan Pria Dewasa Melakukan Sunat

Jika, dahulu sunat dilakukan karena alasan agama dan budaya, namun, saat ini ada banyak pria dewasa yang memilih untuk melakukan sunat dengan berbagai alasan tertentu. Umumnya, pria dewasa melakukan sunat, karena alasan kesehatan.

Karena perlu Anda ketahui bahwa ada beberapa penyakit kulit yang siap menyerang kelamin pria dan dapat diatasi dengan cara melakukan sunat.

Selain itu, sunat ataupun khitan memiliki manfaat untuk mengurangi risiko terjadinya penyakit menular seksual ataupun risiko penyakit yang lebih berbahaya.

Perbedaan Mr P yang Di Sunat dan Tidak Disunat

Tahukah Anda bahwa ada banyak perbedaan pada pria yang sunat dan tidak disunat, lalu apakah memiliki fungsi yang berbeda? Dan berikut di bawah ini adalah penjelasannya:

  • Kebersihan

Perbedaan yang pertama, yaitu dari segi kebersihan, karena seorang pria yang tidak disunat memiliki kelenjar yang memproduksi kotoran (smegma) dan dapat menyulitkan kulup untuk ditarik.

Ketika seorang pria tidak rutin untuk membersihkan Mr P maka smegma yang berada pada kulup dengan mudah bisa menyebabkan peradangan.

Sementara itu, pada pria yang disunat akan lebih mudah untuk membersihkan Mr P, sehingga mereka akan terbebas dari penyakit yang mudah menyerang kulit kelamin.

  • Kesehatan

Pada seorang pria tentunya akan menimbulkan akibat pria tidak disunat lebih sulit untuk membersihkan area kepala Mr P. Sehingga, area tersebut mudah menjadi tempat berkembangnya bakteri yang mungkin menyebabkan penyakit menular seksual ataupun infeksi saluran kemih dan banyak penyakit kelamin lainnya.

Berbeda dengan pria yang disunat akan mengurangi risiko untuk terinfeksi penyakit menular dan risiko untuk terkena penyakit kelamin ataupun penyakit kulit kelamin.

4 Jenis Penyakit Akibat Pria Tidak Disunat Ini Siap Mengancam Pria

Tahukah Anda bahwa umumnya seorang pria yang tidak disunat dapat meningkatkan banyak jenis penyakit kelamin dan seringnya penyakit kulit kelamin.
Selain itu ada akibat pria tidak disunat dapat menyebabkan 4 jenis penyakit yang sering menyerang pria yang tidak disunat yang siap mengancam pria, diantaranya:

1. Fimosis

Akibat pria tidak disunat yang pertama adalah bisa menyebabkan fimosis, fimosis adalah suatu kondisi di mana kulup terlalu ketat untuk ditarik kembali di atas kepala atau kelenjar penis ini adalah jenis penyakit yang disebabkan oleh peradangan pada kulit kulup yang menempel sangat ketat pada ujung Mr P.

Dalam kebanyakan kasus bayi dan balita yang tidak disunat akan mengalami phimosis, yang berarti kulup tidak bisa ditarik kembali hal ini terjadi karena kelenjar dan kulup tetap terhubung selama beberapa tahun pertama dalam kehidupan

Pada orang dewasa, ada sejumlah faktor risiko dan penyebab phimosis, meskipun hanya cenderung menjadi masalah jika menyebabkan gejala, lalu pengobatan apa yang paling tepat untuk fimosis?

Pilihan pengobatan untuk fimosis umumnya bergantung pada gejala yang terjadi, namun sebagian besar kasus fimosis mudah diobati dengan menjaga kebersihan, krim, dan salep tertentu yang diresepkan oleh dokter.

Selain itu seorang pria yang mengalami fimosis sangat disarankan untuk membersihkan Mr P setiap hari dengan air hangat dan mengeringkan nya dengan lembut untuk meningkatkan kebersihan.

Dan pantangan yang harus hindari adalah dengan menggunakan sabun, mandi busa atau sampo di alat kelamin mereka, dan ada baiknya untuk segera mengeringkan area Mr P khususnya di bawah kulup setelah buang air kecil.

2. Parafimosis

Akibat pria tidak disunat yang selanjutnya adalah bisa menyebabkan parafimosis yaitu jenis penyakit kulit kelamin yang ditandai dengan sulitnya kulup untuk ditarik kembali pada kepala penis.

Kondisi akibat pria tidak disunat ini dapat menyebabkan pembengkakan dan peradangan yang akan memperburuk kondisi kesehatan kelamin, selain itu dapat menyebabkan cairan yang dapat menumpuk, dan kulup tidak dapat kembali ke posisi semula.

Penting untuk Anda ketahui bahwa parafimosis tidak boleh disamakan dengan phimosis, yaitu ketika kulup tidak dapat ditarik kembali dari ujung penis. Biasanya, ini terjadi pada anak-anak yang lebih muda dan biasanya bukan kondisi serius.

Namun, disisi lain hal ini dapat menyebabkan rasa sakit dan keadaan darurat medis yang perlu ditangani dengan cepat. Jika diabaikan hal ini bisa mempengaruhi aliran darah yang menuju ke ujung Mr P. Dalam kasus yang jarang terjadi, ini dapat menyebabkan ujung Mr P menjadi rusak, atau bahkan hilang, lalu bagaimanakah cara mencegahnya?

Untuk mencegahnya Anda bisa rutin menjaga kebersihan di Mr P yang nantinya akan sangat membantu untuk mencegah paraphimosis.

Selain itu sangat penting untuk membersihkan di bawah kulup yang ditarik dengan benar dan kulit khatan harus selalu dikembalikan ke posisi aslinya setelah dibersihkan. Dan cara lainnya untuk mencegah parafimosis adalah dengan melakukan khitan.

3. Balanitis

Akibat pria tidak disunat yang selanjutnya adalah bisa menyebabkan balanitis yang umumnya akan ditandai dengan pembengkakan akibat iritasi pada kulit kepala penis. Penyakit ini akan menyebabkan rasa nyeri dan sakit yang sangat menyiksa bagi pria yang menderitanya.

Balanitis adalah kondisi umum dikalangan pria yang bisa mempengaruhi sekitar 1 dari setiap 25 anak laki-laki dan 1 dari 30 laki-laki akibat pria tidak disunat pada suatu saat dalam hidup mereka.

Dan pada anak laki-laki di bawah usia 4 tahun dan pria yang tidak disunat berisiko paling tinggi untuk mengalami hal ini akan balanitis tetapi bisa terjadi pada usia berapa pun.

Balanitis bisa disebabkan oleh banyak hal misalnya saja infeksi dengan Candida albicans adalah penyebab paling umum Candida adalah jamur yang menyebabkan sariawan, karena bakteri Ini dapat berkembang biak dengan cepat dalam kondisi lembab dan hangat di bawah kulup

4. Infeksi Saluran Kemih

Akibat pria tidak disunat yang selanjutnya adalah bisa menyebabkan kondisi infeksi saluran kemih yang bisa menyerang pria yang tidak sunat dan pria yang melakukan sunat.

Tetapi, akibat pria tidak disunat akan menyebabkan infeksi akibat bakteri berkumpul pada area kelamin dan dengan mudah berpindah kesaluran kemih, sehingga menginfeksi dan sakit ketika buang air kecil.

Perlu Anda ketahui bahwa hampir sebagian besar infeksi saluran kemih (ISK) disebabkan oleh adanya bakteri Escherichia coli (E. coli), biasanya ditemukan dalam sistem pencernaan. Chlamydia dan mycoplasma bakteri dapat menginfeksi uretra tetapi tidak kandung kemih

Semua jenis penyakit di atas, akan dengan mudah terjadi akibat tidak melakukan sunat. Selain itu, pria yang tidak sunat lebih mudah untuk menularkan penyakit kelamin ketika berhubungan seksual dengan pasangannya.

Lalu, Apakah Sunat Berpengaruh Pada Aktivitas Seks ?

Banyak penelitian yang mengatakan bahwa pria yang disunat mampu melakukan aktivitas seksual lebih lama dibanding dengan pria yang tidak disunat. Kondisi ini dipengaruhi oleh berkurangnya sensitivitas pada Mr P, yang mengakibatkan pria mudah untuk mengatur klimaks lebih lama.

Beberapa penelitian lainnya mengatakan, bahwa wanita yang berhubungan seks dengan pasangan yang disunat lebih menyenangkan dibandingkan dengan pria yang tidak disunat. Meskipun, tidak semua wanita memiliki pendapat yang sama.

Jika banyak pria yang berpikir bahwa melakukan sunat akan berdampak buruk pada aktivitas seksual. Tentu saja, hal ini sangat salah, karena sunat tidak pernah menjadi penyebab gangguan seksual yang sering di derita oleh pria.

Inilah, Dampak Buruk Akibat Pria Tidak Disunat

Tahukah Anda, bahwa pria yang tidak melakukan sunat akan berdampak buruk bagi kesehatan kelaminnya. Salah satu akibat pria tidak disunat adalah penyakit kelamin yang sangat mudah menyerang pria. Kasus, yang sering terjadi pada pria yang tidak sunat akan mudah menderita penyakit kulit kelamin.

Selain itu, akibat pria tidak disunat berisiko tinggi untuk menderita kanker penis. Hal ini disebabkan oleh kotoran yang berkembang pada kulit kulup yang dapat menular dan menyebabkan banyak dampak buruk bagi kesehatan kelamin pria.

Tidak hanya itu, akibat pria tidak disunat akan lebih mudah untuk terserang penyakit menular seksual dan menularkannya kepada pasangan seks ketika berhubungan seksual.

Sebenarnya, sunat memiliki manfaat yang banyak bagi pria. Begitu juga dengan bahaya yang akan ditimbulkan akibat pria tidak disunat. Inilah, yang banyak menyebabkan pria dewasa melakukan sunat karena alasan kesehatan dan manfaat yang didapatkan.

Metode Khusus Untuk Sunat Pria Dewasa

Ada banyak metode untuk melakukan sunat dan salah satunya adalah metode konvensional yang sering digunakan. Metode ini menggunakan pisau medis yang berfungsi untuk memotong kulit kulup, biasanya metode ini dilakukan oleh anak laki-laki dan jarang dilakukan oleh pria dewasa.

Beberapa kasus yang sering terjadi, pria dewasa yang ingin melakukan sunat banyak yang takut dengan tindakan ini, mungkin beberapa dari mereka takut dengan rasa sakit yang terjadi ketika pembedahan ini dilakukan dan menyebabkan pendarahan ringan.

Saat ini, ada metode khusus untuk sunat pria dewasa, yaitu metode sunat laser. Tindakan ini akan dilakukan menggunakan kawat yang dipanaskan dengan tenaga listrik dan menjadi pengganti pisau ketika melakukan sunat untuk pria dewasa.

Banyak manfaat yang akan didapatkan dengan metode sunat laser diantaranya, diantaranya proses sunat lebih cepat dilakukan, meminimalisir rasa sakit, meminimalisir terjadinya pendarahan, luka lebih mudah sembuh, dan tidak perlu untuk dilakukan penjahitan.

Nah, jika Anda ingin terhindar dari dampak buruk akibat tidak disunat, silahkan melakukan sunat dengan metode sunat laser dan Anda bisa melakukan sunat dengan metode laser di Klinik Pandawa.

Untuk mendapatkan informasi lebih lanjut mengenai harga sunat dewasa maupun mengenai penyakit yang telah disebutkan di atas maka silahkan menghubungi Kami di Klinik Pandawa atau melakukan Konsultasi Online gratis di Telp/WA : 0813 8635 7762 | (Hotline) 021-62313337

Gedung Baja GF2 Tower B

Jl. Pangeran Jayakarta no.55 Jakarta Pusat

0821-1141-0672

Chat dengan kami

Jam buka

Sen - Sab: 09:00 - 20:00

pandawaklinik@gmail.com

Email kami
   Konsultasi Online Gratis