Jln Pangeran Jayakarta No.55 pandawaklinik@gmail.com

Reservasi Online

Impotensi dan Ejakulasi Dini Bisa Diatasi

Tak ada suami yang menginginkan gangguan fungsi seksual, seperti impotensi dan ejakulasi dini. Jika kejadiannya hanya satu atau dua kali, pasangan masih dapat memakluminya. Mungkin suami sedang banyak pikiran, terlalu lelah, atau sedang stres berat.

Namun, suami yang sering mengalami ejakulasi dini akan selalu merasa gagal dan depresi. Mereka cenderung menghindari hubungan suami-istri dan menjaga jarak. Jika hal ini tak diobati dengan cepat, risiko impotensi bisa terjadi.

Ejakulasi dini bisa terjadi karena faktor psikologi, depresi, stres, kurang percaya diri, atau adanya konflik yang memengaruhi intimasi emosional dengan pasangan. Jika dibiarkan, kondisi ini bisa menimbulkan masalah pada hubungan suami-istri dikarenakan ketidakpuasan dari pihak perempuan.

Masalahnya, hampir 90 persen pasien merasa sungkan dan malu untuk berkonsultasi ke dokter. Ditambah lagi dengan informasi yang tak benar, mereka lebih memilih mengonsumsi obat kuat, ramuan, atau minyak oles yang beredar bebas di pasaran dengan harapan bisa mengatasi ejakulasi dini.

Sayangnya, mengatasi ejakulasi dini dengan cara ini tak memberikan hasil positif. Bahkan, hal ini bisa sangat merugikan organ-organ tubuh, khususnya alat vital dan alat reproduksi. Padahal, hubungan suami-istri yang dilakukan secara rutin memberikan banyak manfaat yang dapat meningkatkan kesehatan, baik secara fisik maupun psikologis.

Sebagai aktivitas fisik, hubungan suami-istri termasuk salah satu olahraga yang paling aman sekaligus menyenangkan. Pasalnya, hal ini bisa meregangkan dan memperbaiki hampir setiap otot dalam tubuh dan membakar kalori yang menumpuk dalam tubuh. Dari sudut medis, hubungan suami-istri diyakini sebagai obat instan paling aman untuk mengatasi sakit kepala dan depresi ringan. Hal ini terkait dengan pelepasan endorfin ke dalam aliran darah yang menghasilkan rasa euforia dan meninggalkan perasaan nyaman. Klik di sini untuk mendapatkan konsultasi dengan dokter.


Disclaimer: “Hasil pengobatan mungkin tidak persis sama karena tergantung situasi dan kondisi pasien”

2 comments

  1. Pingback: Peyronie

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

   Konsultasi Online Gratis